![]() |
| Tim SA MTR diskusi bareng Mahasiswa UNej, beserta Kades Panti_Suroso |
Budidaya Ikan di Selokan Desa: Solusi Ekonomi, Pangan, dan Edukasi
Jember, [14 Juli 2025 ] – Sekelompok Mahasiswa dan Mahasiswi Universitas Jember (UNEJ) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Ilmu Budaya mencetuskan inovasi baru bertajuk Agro Aquasekoka atau Agro Akuakultur Selokan Desa. Program ini memanfaatkan jaringan selokan desa sebagai media budidaya ikan air tawar yang ramah lingkungan, produktif, dan berkelanjutan.
Program ini lahir dari potensi besar desa-desa di Jember yang memiliki saluran irigasi aktif namun belum termanfaatkan secara optimal. Dengan pendekatan agro-aquaculture berbasis masyarakat, Agro Aquasekoka diharapkan menjadi solusi nyata untuk penguatan ekonomi desa, ketahanan pangan, serta edukasi lingkungan hidup.
Kolaborasi Mahasiswa, Pemerintah Desa Panti, dan Sekolah Alam MTR
Inovasi ini tidak hanya menjadi ruang pengabdian mahasiswa, tetapi juga membuka kolaborasi luas antara kampus, pemerintah desa, dan masyarakat lokal. Salah satu mitra strategis program ini adalah Sekolah Alam Yayasan Mak Tager Jember, yang turut mengintegrasikan kegiatan Agro Aquasekoka sebagai bagian dari pembelajaran tematik bagi anak-anak desa.
Melalui sekolah alam, anak-anak akan belajar langsung tentang siklus pertanian, akuakultur, serta pentingnya menjaga ekosistem air secara alami. Pendekatan ini memperkuat nilai-nilai edukasi praktis dan memperkenalkan generasi muda pada pertanian terintegrasi sejak dini.
Tujuan Program Agro Aquasekoka
1.Mengoptimalkan selokan desa untuk budidaya ikan air tawar secara berkelanjutan.
2. Memberdayakan kelompok pemuda dan petani desa melalui pelatihan teknis.
3. Menambah sumber pangan bergizi dari ikan lokal bagi masyarakat.
4. Menumbuhkan kesadaran lingkungan dan praktik pertanian terintegrasi.
5. Menjadi wahana riset dan pengembangan teknologi tepat guna oleh mahasiswa.
Ruang Lingkup dan Implementasi
Program ini mencakup:
Pemetaan Selokan: Menentukan jalur selokan yang cocok untuk akuakultur.
Budidaya Sederhana: Mengembangkan sistem budidaya lele, nila, atau ikan lokal.
Pertanian Terpadu: Limbah ikan dimanfaatkan untuk pupuk tanaman.
Pelatihan & Workshop: Diberikan kepada masyarakat, pemuda desa, dan siswa sekolah alam.
Eduwisata Desa: Jalur selokan dijadikan wisata edukasi pertanian dan perikanan terpadu.
Manfaat Langsung Program
Meningkatkan penghasilan masyarakat desa.
Memberi alternatif sumber gizi dan konsumsi ikan.
Menata kembali selokan tak terurus menjadi lahan produktif.
Menguatkan kolaborasi antara kampus, yayasan pendidikan, dan warga desa.
Menumbuhkan generasi muda desa yang aktif dalam pengelolaan lingkungan dan sumber daya air.
Program Agro Aquasekoka menjadi contoh nyata bagaimana ilmu kampus bisa menjawab persoalan nyata di desa. Dengan semangat kolaborasi, edukasi, dan keberlanjutan, program ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Kabupaten Jember dan sekitarnya.
Tim Liputan BNews


